Sabtu, 11 Januari 2014

Tragedi INKAI Banyuwangi



Musibah 17 Januari 1982
INKAI Cabang Banyuwangi

               INKAI Cabang Banyuwangi berdiri di awal tahun 1979 di bawah asuhan pelatih Bekti Sutadji (DAN I – INKAI). Dalam perkembangannya tidaklah terlalu pesat hingga datang peristiwa tragis yang menewaskan 26 karate – ka.
               Musibah itu terjadi berawal dari rencana pelaksanaan ujian kenaikan tingkat / semester   (Minggu, 17 Januari 1982) dengan jumlah peserta 86 karate – ka yang sedianya bertempat di aula Pemda Banyuwangi (Pemkab). Namun ujian tidak bisa segera dilaksanakan karena penguji dari Surabaya belum hadir. Ditunggu hingga siang penguji belum juga datang, peserta dialihkan ke gedung PMI Banyuwangi. Sembari menunggu untuk mengisi waktu pelatih Bekti Sutadji berinisiatif melakukan pemanasan dengan berlari – lari menyusuri pantai Pakem (Karangrejo) hingga pantai Boom (lokasi nahas).
               Sekitar pukul 15.00 WIB ada kabar bahwa penguji sudah datang, pelatih Bekti Sutadji menginstruksikan peserta kembali dari pantai Boom menuju gedung PMI melalui jalan pintas     (menyebrang) muara sungai yang pada saat itu kedalamannya hanya sebatas lutut orang dewasa. Namun di tengah – tengah muara sungai tersebut tiba – tiba datang gelombang yang kemudian menyeretnya mereka ke laut. Dalam upaya penyelamatannya mereka yang bisa berenang saling bantu menyelamatkan yang lain, dan mereka yang selamat hingga tepi pantai segera melepas sabuk dan menyambungnya hingga panjang dan dilemparkannya ke laut sebagai pegangan penyelamatan. Hal ini cukup efektif terbukti banyak korban yang dapat diselamatkan. Walaupun segala upaya sudah dimaksimalkan, namun 26 karate – ka tidak dapat diselamatkan termasuk pelatih Bekti Sutadji yang menurut saksi (korban selamat) beliau terseret arus sambil memanggul satu orang anggotanya hingga tenggelam dan mayatnya baru diketemukan pada hari ketiga di pantai Cekik (Gilimanuk) Bali. Sedangkan satu orang tidak diketemukan (Bonny Hendarto) yang kemudian dinyatakan hilang.
               Untuk mengenang peristiwa tersebut, Pengcab INKAI Banyuwangi senantiasa memperingati tragedi ini setiap bulan Januari dengan agenda latihan bersama Pengprov INKAI Jatim dan Pengcab anggota rayon timur dan sesekali dihadiri pula dari Pengcab INKAI Jembrana Bali serta Perguruan anggota FORKI Cabang Banyuwangi yang diakhiri dengan do’a di TUGU INKAI dan tabur bunga di lokasi kejadian.
               Berikut nama – nama mereka yang gugur dan diabadikan di TUGU INKAI yang terletak tepat di pintu masuk pantai Boom Banyuwangi.
Nara Sumber :
1.      H. Farid / 62 Th (salah satu peserta yang selamat)
2.      Untung Selamet / 57 Th (Panpel Ujian saat itu)
3.      Bambang Sumantriana (Panpel Ujian saat itu)
                                                                                                                                             Dirilis Oleh,          
                                                                                                                                         Heriyanto, S.Pd
                                                                                                                                       DAN IV - INKAI












4 komentar:

  1. Turut berDuka yg sgt mendalam.
    Sy kelas 5.SD wkt itu diLokasi sdg mencari kepiting, njiret di batu2 muara tsb. Abang sy+kawan2nya yg kebetulan berada dipantai turut membantu penyelamatan ketika sdh byk yg terburai terseret ketengah laut, sedangkan sy disrh pulang & Lapor ke pos polisi airud (pos.kp3). Sy bener2 sedih & panik wkt itu.
    MA'AF bpk.. sy koreksi sdkt tanpa bermaksud lain/macem2. ("tdk.ada.gelombang/ombak.wkt.itu")
    Terimakasih.
    Semoga semua korban, diterima segala amal.ibadahnya, & diterima disisi Tuhan.YME, Aamiin.YRA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kenal, saya juga baru tahu ada kejadian ini dahulu. Sedihrasanya. Kalautak gelombang lantas air bah nya dari mana asalnya?

      Hapus
    2. Maaf maksudnya, salam kenal :)

      Hapus
  2. Rumah dinas ayah kami yg bertugas di Bwi 1985 - 1988 posisi nya persis di belakang tugu INKAI ini. Rumah ini sdh tak ada kini utk perluasan pantai Marina Boom.

    Dari cerita orang2 sekitar, memang tak ada gelombang besar, yg ada adalah pasir pijakan para karateka di muara belakang rumah dinas itu tiba2 seperti kehilangan daya dukungnya, mereka amblas dan terseset masuk. Orang banyak menyebut ini adalah pasir hidup.

    BalasHapus

 
Blogger Templates