Musibah 17
Januari 1982
INKAI Cabang Banyuwangi
INKAI Cabang Banyuwangi berdiri
di awal tahun 1979 di bawah asuhan pelatih Bekti Sutadji (DAN I – INKAI). Dalam
perkembangannya tidaklah terlalu pesat hingga datang peristiwa tragis yang
menewaskan 26 karate – ka.
Musibah itu terjadi berawal dari
rencana pelaksanaan ujian kenaikan tingkat / semester (Minggu, 17 Januari 1982) dengan jumlah
peserta 86 karate – ka yang sedianya bertempat di aula Pemda Banyuwangi
(Pemkab). Namun ujian tidak bisa segera dilaksanakan karena penguji dari
Surabaya belum hadir. Ditunggu hingga siang penguji belum juga datang, peserta
dialihkan ke gedung PMI Banyuwangi. Sembari menunggu untuk mengisi waktu
pelatih Bekti Sutadji berinisiatif melakukan pemanasan dengan berlari – lari
menyusuri pantai Pakem (Karangrejo) hingga pantai Boom (lokasi nahas).
Sekitar pukul 15.00 WIB ada
kabar bahwa penguji sudah datang, pelatih Bekti Sutadji menginstruksikan
peserta kembali dari pantai Boom menuju gedung PMI melalui jalan pintas (menyebrang) muara sungai yang pada saat
itu kedalamannya hanya sebatas lutut orang dewasa. Namun di tengah – tengah
muara sungai tersebut tiba – tiba datang gelombang yang kemudian menyeretnya
mereka ke laut. Dalam upaya penyelamatannya mereka yang bisa berenang saling
bantu menyelamatkan yang lain, dan mereka yang selamat hingga tepi pantai
segera melepas sabuk dan menyambungnya hingga panjang dan dilemparkannya ke
laut sebagai pegangan penyelamatan. Hal ini cukup efektif terbukti banyak
korban yang dapat diselamatkan. Walaupun segala upaya sudah dimaksimalkan,
namun 26 karate – ka tidak dapat diselamatkan termasuk pelatih Bekti Sutadji
yang menurut saksi (korban selamat) beliau terseret arus sambil memanggul satu
orang anggotanya hingga tenggelam dan mayatnya baru diketemukan pada hari
ketiga di pantai Cekik (Gilimanuk) Bali. Sedangkan satu orang tidak diketemukan
(Bonny Hendarto) yang kemudian dinyatakan hilang.
Untuk mengenang peristiwa
tersebut, Pengcab INKAI Banyuwangi senantiasa memperingati tragedi ini setiap
bulan Januari dengan agenda latihan bersama Pengprov INKAI Jatim dan Pengcab
anggota rayon timur dan sesekali dihadiri pula dari Pengcab INKAI Jembrana Bali
serta Perguruan anggota FORKI Cabang Banyuwangi yang diakhiri dengan do’a di
TUGU INKAI dan tabur bunga di lokasi kejadian.
Berikut nama – nama mereka yang
gugur dan diabadikan di TUGU INKAI yang terletak tepat di pintu masuk pantai
Boom Banyuwangi.
Nara
Sumber :
1.
H.
Farid / 62 Th (salah satu peserta yang selamat)
2.
Untung
Selamet / 57 Th (Panpel Ujian saat itu)
3.
Bambang
Sumantriana (Panpel Ujian saat itu)
Dirilis Oleh,
Heriyanto, S.Pd
DAN IV - INKAI
Dirilis Oleh,
Heriyanto, S.Pd
DAN IV - INKAI
Turut berDuka yg sgt mendalam.
BalasHapusSy kelas 5.SD wkt itu diLokasi sdg mencari kepiting, njiret di batu2 muara tsb. Abang sy+kawan2nya yg kebetulan berada dipantai turut membantu penyelamatan ketika sdh byk yg terburai terseret ketengah laut, sedangkan sy disrh pulang & Lapor ke pos polisi airud (pos.kp3). Sy bener2 sedih & panik wkt itu.
MA'AF bpk.. sy koreksi sdkt tanpa bermaksud lain/macem2. ("tdk.ada.gelombang/ombak.wkt.itu")
Terimakasih.
Semoga semua korban, diterima segala amal.ibadahnya, & diterima disisi Tuhan.YME, Aamiin.YRA.
Saya kenal, saya juga baru tahu ada kejadian ini dahulu. Sedihrasanya. Kalautak gelombang lantas air bah nya dari mana asalnya?
HapusMaaf maksudnya, salam kenal :)
HapusRumah dinas ayah kami yg bertugas di Bwi 1985 - 1988 posisi nya persis di belakang tugu INKAI ini. Rumah ini sdh tak ada kini utk perluasan pantai Marina Boom.
BalasHapusDari cerita orang2 sekitar, memang tak ada gelombang besar, yg ada adalah pasir pijakan para karateka di muara belakang rumah dinas itu tiba2 seperti kehilangan daya dukungnya, mereka amblas dan terseset masuk. Orang banyak menyebut ini adalah pasir hidup.